Merawat Ingat: 19 Tahun Tragedi Lumpur Panas PT. Lapindo Brantas
Tepat hari ini, 19 tahun yang lalu sebuah bencana besar yang diakibatkan karena keserakahan sebuah korporasi dan penguasa karna memaksa mengambil alih tanah masyarakat di sebuah wilayah di Kabupaten Sidoarjo, tepatnya Kecamatan Porong, untuk dijadikan sebuah proyek percobaan yang dipercaya akan menghasilkan sebuah sumber daya alam yang besar. Alih-alih berhasil, yang ada malah menimbulkan sebuah tangisan dan kegagalan. Bencana itu dinamakan semburan lumpur panas PT. Lapindo Brantas. Bencana tersebut mengakibatkan tenggelamnya 16 desa di tiga kecamatan di Sidoarjo. Ratusan ribu warga setempat terkena imbas dari keserahakan itu. Banyak sekali kerugian yang didapat akibat bencana itu. Mulai dari kehilangan tempat untuk berteduh bersama keluarga tercinta, tempat untuk memulai sebuah mimpi yang kini mimpi tersebut harus tenggelam dalam lautan lumpur yang dipenuhi oleh tangis duka cita. Ya Tuhan, mengapa? Mengapa Engkau ciptakan sebuah sifat serakah jikalau sifat tersebut nantinya...